top of page
Frequently Asked Questions (FAQ)
Kurikulum Oxford bukan hanya berfokus pada akademis saja, tapi juga dilengkapi asupan practical skill, pengembangan karakter, dan kecerdasan emosional.
Mengutip dari web resmi Oxford, kesuksesan jangka panjang bergantung pada performa akademis dan kestabilan/kesehatan emosional.
"Oxford International Curriculum enables students to succeed by recognising that lasting success is contingent on both academic performance and emotional wellbeing. It has been designed to bring wellbeing to all teaching and learning and to develop global skills through all core subjects."
source:
https://global.oup.com/education/primary/curricula/oxford-international-curriculum/?region=international
Baik itu Oxford, maupun Cambridge merupakan universitas ternama di Inggris. Oxford berada di posisi 2 dunia, sementara Cambridge berada di posisi 3.
Keduanya memiliki kurikulum yang mereka kembangkan masing2, namun sama-sama berdasarkan standar level bahasa Inggris di Eropa (CEFR).
Perbedaan dari keduanya terletak pada hal yang menjadi fokus dari tiap kurikulum.
- Kurikulum Cambridge berfokus lebih berat pada akademis dan teori, serta pemahaman knowledge budaya dan sejarah British. Biasanya digunakan di negara persemakmuran Inggris.
- Kurikulum Oxford lebih berfokus pada penggunaan bahasa Inggris sebagai bahasa pendamping/bahasa kedua. Kurikulum Oxford lebih praktis, siap pakai, dan lebih relate untuk pengguna/siswa d negara non-English speaking.
Tentu bisa. Kami menyediakan juga kurikulum yang sesuai dengan bahan sekolah anak anda.
Kurikulum Oxford menerapkan metode no stress learning (belajar tanpa tekanan), sehingga proses naik level hanya melalui metode revise and check (membahas ulang dan memeriksa). Ketika ditemukan kondisi dimana siswa dinilai belum cukup memenuhi indikator skill level tersebut, maka diberikan materi tambahan untuk memantapkan.
Ya, siswa mendapatkan Certificate of Completion setiap kali menyelesaikan level pembelajaran. Namun, sertifikat yang diberikan hanya menyatakan keikutsertaan (tidak setara dengan sertifikat TOEFL/IELTS).
Siswa di kelas private dipercayakan proses pembelajarannya pada satu guru yang bertanggung jawab, sehingga guru kelas private tidak berganti-ganti (kecuali permintaan dari pihak siswa dan orang tua murid). Sementara itu, kelas grup memiliki 1 guru utama, dan 1 guru subsitut apabila guru kelasnya berhalangan mengajar.
Bisa, apabila guru kami melakukan kesalahan atau kelalaian dalam proses belajar mengajar (syarat dan ketentuan berlaku).
Pembayaran kelas dilakukan di awal paket, dan tidak harus dilakukan setiap awal bulan. Paket les Smart Easy Study berpatok pada jumlah pertemuan dengan jatuh tempo pembayaran fleksibel.
Kami menerima pembayaran via transfer bank BCA, uang digital GoPay/OVO, serta media kartu debit ataupun kartu kredit (melalui perantara ketiga Shopee).
bottom of page
